Entah kenapa ,ketika mulai menyelami lautan inti diri ,saya semakin sayang, semakin rindu dan cinta di kedalaman hati .
Seperti ada gemblengan rohani diri saya, semisal saya mengikuti naluri hati saya, saya di buang oleh orang yang saya sayang , baik guru, teman , keluarga dll .
Jadi saya betul tersendiri dalam naskah cerita kehidupan, padahal saya mengikui naluri , saya juga merasa heran koq bisa nya berkata bergumam seperti itu dari dunia bathin saya .
Mau itu polos dan lugu perasaan bathin, sama sekali tak berniat arogan ketika keluar kan gumaman dalam kalbu .
Pas orang lihat, dan yang lain-lain amati, saya ini seperti menganu-kan atau menyindir, pada akhir nya saya sendiri dan lagi seperti itu .
Entahlah, ini perjalanan jati diri yang belom matang atau seperti bagaimana .
Dalam hati kecil saya nurani, kadang menangis .
"Tuhan apa salah ku "
"Tuhan apa aku Diam saja"
" Tuhan, kenapa aku seperti salah saja"
Bahkan hati kecil nurani mau menangis sejadi nya, entahlah apa ini suatu kepolosan yang harus atau tak di inginkan terjadi .
Pada akhirnya, hanya menulis kata demi kata untuk tempat sandaran kalbu, curhat ke tuhan seakan lelah, pada akhir nya seperti ini .Dari pada renungi nasib diri .
Tuhan, pengen rasa nya bertapa dalam goa di gunung-gunung , tak ingin berbaur dalam begini .
Ya Allah, ingin rasa nya bertapa sampai napas saya habis dan jadi penyelamat bumi, nanti- kalau sudah ada suatu dan sesuatu skala besar terjadi baru keluar tanpa siapa pu yang tahu .
Karena aku lelah ya Allah, seperti ini . Tuntun lah ,iringi langkah ku untuk menuju jalan cinta dan keridhoan-Mu .
🥀🌷🌺